Posts in Category: Inggris

Salut! Pemain Muslim Ini Tolak Sponsor Rentenir

Jumlah pemain sepakbola yang beragama islam yang bermain di kompetisi Liga Inggris semakin meningkat. Jika kita jarang sekali melihat pemain muslim berprestasi, kini kita bisa melihat bahwa pemain muslim memiliki kualitas yang tidak kalah. Sebut saja sosok Riyad Mahrez yang berhasil membawa Leicester City menjuarai Liga Premier Inggris pada musim 2015/2016.

Cheick Tiote tolak sponsor rentenir

Cheick Tiote tolak sponsor rentenir

Sepak terjang para pemain muslim ini membuat popularitas liga inggris semakin melambung kini. Bagi para penggemar barunya, rasa bangga akan melihat saudara seiman mereka berprestasi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Selain prestasi, attitude dan kebiasaan para pemain muslim seakan menjadi magnet tersendiri bagi para penikmat sepakbola, khususnya Liga Primer Inggris.

Pemain muslim di Liga Inggris selalu berhasil menarik perhatian media olahraga lewat banyak hal. Ada karena kondisi mereka yang harus menjalani kompetisi sembari menjalankan puasa. Selain itu ada juga berita tentang seorang yang menolak sponsor tim yang merupakan perusahaan judi karena tidak ingin menggadaikan aqidah.

Dan sosok pemain yang memiliki nyali besar untuk melakukan hal tersebut adalah mendiang Cheick Tiote. Pemain yang kini sudah tidak ada ini pernah melakukan keputusan yang terbilang ekstrim. Bagaimana tidak, Tiote dengan tegas menolak mengenakan jersey klub yang disponsori oleh sebuah perusahaan rentenir, yaitu Wonga.

Haram, Tiote Tolak Sponsor Jersey Newcastle

Kerjasama sebuah klub sepakbola dengan perusahaan memiliki peran penting bagi kedua belah pihak. Bagi perusahaan hal tersebut akan sangat berguna sebagai ajang marketing sebab logo perusahaan mereka muncul di bagian jersey klub. Sedangkan bagi klub itu sendiri, menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan merupakan salah satu sumber penghasilan terbesar bagi klub.

Taat pada aqidah, almarhum Tiote tolak jersey bergarmbar logo perusahaan rentenir

Taat pada aqidah, almarhum Tiote tolak jersey bergarmbar logo perusahaan rentenir

Ada banyak jenis perusahaan yang menjalin kerjasam dengan klub sepakbola, khususny klub liga inggris. Perusahaan tersebut bisa saja merupakan sebuah perusahaan apparel olahrga, penerbangan, teknologi, makanan, minuman sampai perusahaan bercitra negatif seperti judi online dan sebagainya.

Pemain yang telah terikat kontrak dengan klub tersebut mau tidak mau menjadi papan iklan berjalan. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pemai Newcastle United, Cheick Tiote. Pemain asal Pantai Gading ini sempat menolak menggunakan jersey The Magpies yang disponsori oleh sebuah perusahaan rentenir bernama Wonga.

Hal tersebut bahkan tidak dilakukan Tiote sendiri. Tiga rekan Tiote di St.James Park, Demba Ba, Papiss Cisse, dan Hatem Ben Arfa juga menyatakan protes mereka kepada klub. Keempat pemain yang beragama islam tersebut menolak dengan keras untuk memakai jersey bergambar logo perusahaan yang menjadi sponsor klub kala itu.

Masalah Newcastle dan Pemain Muslim Sampai ke Dewan Muslim Inggris

Kebersamaan mendiang Tiote dengan sang mantan manajer

Kebersamaan mendiang Tiote dengan sang mantan manajer

Ini terjadi ketika tahun 2012 silam, ketika Newcastle United baru saja meneken kerjasama dengan Wonga. Sebagaimana tradisi rutin, Tiote bersama tiga pemain muslim lainnya yaitu Demba Ba, Papiss Cisse dan Hatem Ben Arfa melakukan sesi foto dengan jersey terbaru. Para pemain yang beragama islam tersebut pada awalnya tidak mengetahui bergerak di bidang apakah perusahaan Wonga tersebut.

Akan tetapi setelah mereka mengetahui, mereka berempat langsung melancarkan protes keras. Mereka tidak terima jika harus menggunakan sponsor dari perusahaan yang dilarang dalam agama islam. Seperti yang kita semua ketahui, Wonga memang bergerak di bidang finansial, hanya saja bunga tinggi yang diberikan membuat perusahaan ini seperti melakukan tindakan rentenir.

Kasus antara Tiote, Ba, Cisse dann Ben Arfa ini sampai diangkat oleh Dewan Muslim Inggris, Syaik Ibrahim Mogra. Mogra yang kebetulan merupakan Asisten Sekretaris Jendral Dewan Muslim Inggris ini meminta keringanan kepada Newcastle agar Tiote dan kawan-kawan yang menolak sponsor tersebut untuk memakai jersey tanpa sponsor.

 

Lehmann Kembali Gabung Arsenal

Jens Lehmann telah menegaskan akan kembali ke Arsenal. Namun, tidak untuk bermain, melainkan mendapat tanggung jawab di barisan staf kepelatihan Arsene Wenger. Mantan penjaga gawang Jerman adalah pemain dari tim ‘Invincibles’ itu, telah mengantarkan timnya yang tak pernah terkalahkan untuk meraih gelar juara Premier League di musim 2003-2004.

Lehmann yang hijrah untuk bergabung dengan Stuttgart pada tahun 2008, setelah selama lima tahun mengabdi bersama klub asal London Utara. Lalu dia sempat kembali bersama The Gunners sebelum pensiun saat dirinya dilanda cedera pada tahun 2011. Dengan kembali mantan penjaga gawang Arsenal tahun ini, hanya bekerja untuk menempati salah satu manajemen di mantan klubnya.

Saat mengikuti sesi latihan perdananya di Arsenal, mantan pemain yang kini menginjak usia 47 tahun itu telah terlihat sedang melakukan aktivitas dengan tim asuhan Arsene Wenger. Dengan hal ini, Lehmann sendiri mengatakan bahwa kebenaran mengenai dirinya untuk bekerja di Arsenal sebagai salah satu staf pelatih.

Jens-Lehmann-Arsenal

lehmann yang sedang mengatur rekannya

Lehmann Ungkapkan Kedatangannya ke Arsenal

Jens Lehmann yang menerima tawaran dari pihak manajemen mantan klubnya, Arsenal. Untuk menempati posisi di salah satu staf kepelatihan Arsene Wenger itu memberikan kebaneran. Yang mana dirinya terlihat pada sesi latihan bersama pasukan Wenger, yang menjabat salah satu staf pelatih.

“Semua itu memang benar. Saya akan kembali berada dengan mantan klub, Arsenal untuk bekerja disana,” kata Lehman kepada media.

Menurut sebuah kabar di Inggris, mengkonfirmasikan bahwa Lehmann sudah menandatangani kontra bersama Arsenal dalam durasi dua tahun ke depan. Meski klub yang berada di Emirates Stadium itu tidak dapat rampil di ajang bergengsi Liga Champions musim depan nanti. Tidak hanya menghadirkan Lehmann saja, melainkan Arsenal memberikan sebuah pekerjaan untuk mantan pelatih Liverpool yang bernama Darren Burgess untuk menjabat salah satu staf pelatih.

Alexandre Lacazette Arsenal

lacazette resmi berkostum arsenal

Arsenal Mendapatkan Tandatangan Alexandre Lacazette

Di musim ini, Arsenal telah memecahkan rekor transfer tahun ini. Dimana mereka telah sukses mendapatkan jasa pemain Lyon yang bernama Alexandre Lacazette. Pemain itu didatangkan oleh The Gunners seharga 52 juta poundsterling. Tentu saja, Arsenal tidak ingin sembarang mengeluarkan uang banyak tersebut untuk mendatangkan Lacazette. Karena, sang pemain itu merupakan gol terbanyak di kompetisi Ligue 1 di beberapa musim terakhir.

Dengan kehadiran Lacazette di skuat Arsene Wenger, untuk menambahkan kekuatan di Arsenal. Wajar saja, ketika musim lalu mereka sempat mengalami kesulitan disaat Alexis Sanchez dan Olivier Giroud cedera. Tidak sekdar itu, kedatangan Lacazette pun menjadi sebuah magnet untuk mempertahankan pemain pilar mereka seperti Sanchez dan Mesut Ozil di Emirates Stadium. Dan juga membangkitkan kepercayaan diri bagi para pendukung klub yang dikarenakan prestasi musim lalu begitu minim.

Pemain Terbaik Yang Pernah Berada di Arsenal

  • Oliver Giroud

Oliver Giroud

Arsenal yang mendatangkan Oliver Giroud pada tahun 2012, yang didapatkan dari Montpellier yang harus mengeluarkan dana 11 juta poundsterling. Jika dilihat dari statistik, Giroud adalah salah satu penyerang yang terbilang efektif di Arsenal. Namun, striker murni itu membuat fans selalu mencemoohkan dirinya. Sejauh ini Giroud telah mengkoleksi 98 gol dalam 226 pertandingan di semua ajang.

  • Ian Wright

Ian Wright

Pada tahun 1991, Arsenal yang mendatangkan Ian Wright dengan label 2,5 juta poundsterling sebelum kedatangan Arsene Wenger. Bagusnya lagi, dia masih menjadi pilihan utama ketka Wenger menangani klub yang berjuluk The Gunners, meski usianya sudah 33 tahun. Pemain asli Inggris itu memiliki pencapain gol dengan sangat baik, dia mampu mencetak 128 gol dalam 221 pertandingan di Liga Primer Inggris.

  • Nicolas Anelka

Nicolas Anelka

Pemain ini merupakan aset yang benar-benar terbaik bagi Arsene Wenger kala itu. Dimana Anelka didatangkan dengan mahar 500 ribu poundsterling yang diberinya dari PSG. Arsenal mampu membuatnya menjadi penyerang yang haus gol. Tiga gelar yang sudah diberikannya selama tiga musim, dan harga penjualannya pun begitu fantastis yang dibeli oleh Real Madrid senilai 22 juta poundsterling di tahun 2000.

 

Crouch: Prestasi Rooney Kurang Dihargai

Peter Crouch yang merupakan striker kebangsaan Inggris, mengkritik atas sikap pendukung di negaranya kepada rekan setimnasnya, Wayne Rooney. Crouch meminta kepada para pendukung untuk dapat memberikan apresiasi lebih kepada pemain Manchester United tersebut. Sejak dia memulai debutnya di Premier League di usia 16 tahun, Rooney sukses memenangkan lima gelar Liga, serta Liga Champions, Liga Eropa, Piala FA dan empat Piala EFL.

Penyerang itu selama berkarir di Manchester United telah membuat rekor pencetak gol terbanyak di musim lalu, melalui tendanga bebas. Ketika itu The Red Devils berhadapan dengan Stoke City, membuat dia berada di posisi kedua dibelakang Alan Shearer. Dimana kedua pemain tersebut merupakan pencetak gol sepanjang masa di Liga Primer Inggris. Yang pencapaian prestasinya tidak di hargai saat ini, yang sebenarnya pencapain itu hanya sekedar mengingatkan kepada publik di negaranya.

Publik pun beranggapan jika era Wayne Rooney saat ini telah selesai meski dirinya saat ini masih menginjak usia 31 tahun. Prestasinya yang tidak terbatas dalam klub sepak bola, setelah dirinya menyingkirkan Bobby Charlton yang merupakan penembak jitu termuka di Inggris pada tahun 2015.

Wayne Rooney

rooney sedang melihat permainan lawan

Crouch Berikan Tanggapannya Mengenai Rooney

Peter Crouch yang pernah bermain bersama Wayne Rooney di timnas Inggris, memberikan penilaian kepada rekannya tersebut adalah pemain hebat. Mantan pemain yang sempat memperkuat Everton itu bahkan sudah tidak diragukan lagi sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris sepanjang masa. Namun, Crouch merasa heran perestasi yang pernah di raih oleh Rooney tidak dihargai sedikit pun oleh publik di negaranya.

“Jika anda mengingat kembali perestasi dalam karir Wayne Rooney, saya rasa mungkin dia sudah tidak dihargai,” ucap Crouch.

“Dia merupakan pencetak gol terbanyak di Manchester United dan juga di timnas Inggris sepanjang masa.”

“Tidak hanya itu saja, kemampuannya yang alami. Saya dapat mengingat saat dia menjelma menjadi pemain terbaik di usianya ke 16-17 tahun.”

“Dia memiliki karir yang sangat luar biasa dan merupakan salah satu pemain terbai di Inggris yang pernah berjaya. Saya berpikir anda harus mengingat kembali pencapaian yang dimilikinya dan ingat betapa dia dapat menunjukkan permainan yang sangat gemilang,” tutup Crouch.

rooney manchester united

kegembiraan rooney setelah mencetak gol

Pencapaian Rooney Kurang Diapresiasi Publik

Wayne Rooney yang memiliki karir yang begitu bersinar sebagai pemain sepakbola di Inggris. Akan tetapi, pemain yang memperkuat Manchester United dan timnas Inggris itu dianggap kurang mendapatkan apresiasi dari publik negaranya sendiri. Dimana masa depan pemainnya tersebut baik itu di klub dan juga timnas Inggris masih belum jelas. Yang mana di musim kemarin, Rooney yang hanya tampil sebanyak 39 pertandingan dalam 64 laga di semua ajang yang dijalani The Red Devils musim lalu.

Musim 2016-2017 kemarin, Rooney tercatat hanya delapan gol dan 10 assist bersama Manchester United. Dimana dia merupakan pencetak gol terbanyak dalam sejarah beridirnya Red Devils yang sudah mencatatkan 253 gol sepanjang sejarah klub. Sementara itu, Rooney yang tidak mendapatkan panggilan oleh pelatih timnas Inggris yang bernama Gareth Southgate dalam pertandingan internasioanal menghadapi Skotlandia di kualifikasi Piala Dunia 2018. Termasuk di laga uji coba berhadapan dengan Perancis.

Dengan hal tersebut, mantan pemain timnas Inggris, Peter Crouch pun angkat bicara yang beranggapan bahwa Rooney kurang dihargai atas pencapaiannya selama dirinya berkarir sebagai pesepakbola Inggris. Dan mantan pemain yang sempat bermain dengan Rooney memberikan tanggapan atas rekannya.

“Kerika anda mengingat kembali karir Wayne Rooney sebelumnya. Saya rasa kemungkinan dia sedikit kurang mendapatkan apresiasi,” tutur Crouch kepada media.

Masa Depan Costa di Chelsea Belum Jelas

Diego Costa mengatakan bahwa dia masih menunggu keputusan yang akan di berikan oleh Chelsea mengenai masa depannya, setelah mencetak gol kemenangan Spanyol di Makedonia. Saat ini timnas Spanyol yang berada di puncak klasemen kualifikasi grup G dengan kemenangan 2-1 di Skopje. Penyerang itu sudah memberikan dua gol ke gawang tamunya dari total lima gol di kompetisi.

Costa dikejutkan melalui pesan singkat dari pelatih Antonio Conte bahwa dia tidak masuk dalam rencananya di Stamford Bridge. Lalu, sms itu dilanjutkan kembali ke pihak klubnya. Pemain berusia 28 tahun itu ingin bergabung kembali ke mantan klubnya, Atletico Madrid. Tetapi tidak bisa karena klub tersebut harus menjalani hukuman larangan transfer sampai tahun depan.

Dengan adanya hal tersebut, AC Milan terus dikaitkan dengan sang pemain. Sementara rumor yang beredar bahwa dirinya akan bermain di Liga Super Cina sampai saat ini. Meskipun di beberapa bulan lalu, Diego Costa mengatakan jika dirinya akan menetap bersama klub, agar tidak membahayakan harapnnya untuk bermain di Piala Dunia.

diego-costa

gaya costa setelah cetak gol

Costa Masih Belum Mengetahui Masa Depanya di Chelsea

Diego Costa yang mendapatkan sebuah pesan singkat dari pelatih Chelsea, Antonio Conte yang menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki masa depan lagi di Stamfrod Bridge. Dengan begitu adanya spekulasi yang muncul jika dirinya telah di minati oleh klub asal Italia, AC Milan. Tapi sang pemain lebih memilih untuk bermain kembali bersama mantan klubnya dahulu, Atletico Madrid.

“Masa depan saya masih belum pasti,” ucap Costa ketika mendapatkan sebuah pertanyaan mengenai masa depannya oleh awak media.

“Saya masih memiliki kontrak yang tersisa selama dua musim dengan Chelsea. Mereke harus menyadari apa yang akan mereka ingin lakukan kepada saya. Dengan begitu, saya hanya mengunggu keputusan dari klub.”

Diego Costa yang akan memperkuat timnas Spanyol akan berhadapan di laga yang sulit melawan Macedonia pada akhir pekan nanti. Dengan David Silva yang juga menjadi targer sebagai unjung tombak yang memimpin dua gol sebelum Stefan Ristovki di babak kedua. Dimana penyerang itu menjadi ancaman bagi tim tuan rumah.

Diego-Costa-Chelsea

costa dengan gayanya

Diego Costa Tunggu Keputusan Dari Chelsea

Penyerang asal Spanyol, Diego Costa yang tengah menunggu keputusan dari Chelsea mengenai masa depannya di Stamford Bridge. Kemungkinan besar karir Diego Costa bersama The Blues akan menemukan titik akhir dalam waktu dekat ini. Secara tidak langsung, pemain tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pelatih asal Italia, Antonio Conte di musim depan.

Pemain berusia 28 tahun itu mengakui telah mendapatkan pesan singkat dari Conte yang menyatakan jika dirinya tidak lagi dipertimbangkan untuk bermain di musim depan bersama Chelsea. Dimana hubungan kedua belah pihak memang tidak harmonis sejak awal Januari silam. Yang mana keinginan Costa untuk bermian di Liga Cina memicu kemarahana dari sang pelatih yang berusia 47 tahun tersebut.

Untuk sekarang ini, Costa hanya pasrah menunggu keputusan klub atas masa depannya bersama tim yang dijuluki The blues tersebut.

“Sampai saat ini kontrak saya masih tersisa dua tahun di Chelsea,” ucap pemain asal Spanyol itu setelah timnasnya meraih kemenangan 2-1 Mekadonia dalam lajutan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Skopje.

“Seharusnya mereka menyadari terlebih dahululu apa yang akan mereka lakukan terhadap saya. Saat ini saya hanya sedang menunggu kepastian klub,” tambah Costa.

Atletico Madrid yang berkeinginan untuk memulangkan mantan pemainnya, namun tidak dapat mendatangkan sang pemain karena harus menjalani hukuman larangan transfer dari FIFA sampai dengan awal Januari 2018.